Rumor tentang sulitnya pengajuan visa ke suatu negara membuat banyak orang berpikir bahwa membuat visa itu sulit. Padahal jika Anda tahu triknya, aplikasi visa Anda hampir pasti diterima.

Proses pengajuan visa tergolong menyeramkan untuk banyak orang, apalagi jika mendengar cerita dari teman atau saudara yang pernah gagal mendapatkan visa dari suatu negara. Walaupun Anda sudah berkali-kali melalui proses ini, rasa khawatir biasanya masih suka muncul setelah Anda menyerahkan semua dokumen yang dibutuhkan dan menunggu kabar dari kedutaan. Sebetulnya, ada beberapa hal yang Anda bisa lakukan supaya pengajuan visa Anda diterima. Simak tips kami berikut ini.

1. Cari info sebanyak-banyaknya

Sekarang, informasi sangat mudah diperoleh karena semuanya tersedia di internet. Para travel blogger sering membagikan cerita perjalanannya di blog mereka, termasuk pengalaman dalam mengajukan visa ke suatu negara. Baca info dari beberapa sumber, cari yang sesuai dengan kondisi Anda (misal: Anda freelancer, ibu rumah tangga, atau pelajar), dan persiapkan diri Anda.

2. Isi formulir pengajuan visa yang tepat

Biasanya, setiap negara memiliki beberapa jenis visa, seperti visa turis, working-holiday visa, visa bisnis, visa diplomatik, dan masih banyak lagi. Umumnya, formulir untuk masing-masing visa itu berbeda-beda. Pastikan Anda mengisi formulir yang tepat sesuai dengan tujuan wisata Anda.

3. Siapkan semua dokumen yang dibutuhkan secara lengkap dan ikuti prosedurnya

Salah satu faktor terpenting akan diterima atau tidaknya visa Anda bergantung pada kelengkapan dokumen yang dibutuhkan. Kedutaan besar hampir tidak memiliki alasan untuk menolak permohonan visa Anda jika Anda melengkapi semua dokumen yang diwajibkan. Cari informasi di website resmi kedutaan tentang dokumen yang dibutuhkan dan lengkapi dokumen-dokumen itu.

Pada umumnya, kedutaan akan meminta dokumen berupa paspor yang masih valid hingga 6 bulan setelah tanggal kepulangan, pas foto, tiket penerbangan pulang-pergi, bukti pemesanan hotel, bukti laporan keuangan, surat keterangan kerja atau usaha, itinerary perjalanan, dan asuransi perjalanan. Beberapa kedutaan bisa juga meminta akte lahir, kartu keluarga, hingga ijazah Anda. Siapkan semua yang dibutuhkan dan selalu siapkan salinannya untuk berjaga-jaga.

Setelah semua dokumen lengkap, ikuti prosedur berikutnya. Biasanya, Anda akan diminta untuk membuat janji temu atau interview, atau langsung mendatangi kedutaan maupun perusahaan yang ditunjuk kedutaan untuk menangani aplikasi visa ke negara yang bersangkutan.

4. Menabung dan bangun track record yang baik untuk tabungan atau rekening koran Anda

Salah satu faktor terpenting dalam pengajuan visa adalah kesiapan finansial. Oleh karena itulah hampir semua negara yang membutuhkan visa mewajibkan pemohon untuk melampirkan bukti laporan keuangan selama tiga bulan terakhir. Jika Anda berencana berlibur ke suatu negara yang memerlukan visa, bangunlah catatan keuangan yang baik setidaknya sejak empat bulan sebelum jadwal pengajuan visa Anda. Pastikan tidak ada aliran dana besar secara mendadak, karena pihak kedutaan pasti akan mencurigai hal itu dan bisa berakibat pada penolakan permohonan visa Anda.

Sementara itu, syarat mengenai jumlah uang minimum yang harus ada di rekening Anda untuk mengajukan visa tidak selalu diberitahukan. Sebaiknya Anda memiliki dana untuk membiayai perjalanan dan kebutuhan harian selama Anda berada di negara tersebut. Sebagai patokan, untuk mengajukan visa Schengen lewat Belanda, Anda diwajibkan untuk memiliki uang sejumlah minimal 30 Euro dikali jumlah hari Anda di Eropa.

5. Percaya diri dalam sesi interview

Beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Inggris memiliki sesi interview dalam rangkaian proses pengajuan visanya. Sesi interview untuk masuk ke negara-negara Eropa tergolong lebih mudah ketimbang Amerika Serikat maupun Inggris.

Ketakutan terbesar kedutaan adalah Anda tidak pulang kembali ke tanah air setelah berkunjung ke negara yang bersangkutan. Untuk itu, pastikan Anda percaya diri sewaktu menjawab semua pertanyaannya, karena petugas kedutaan perlu diyakinkan bahwa Anda memiliki tujuan yang jelas (termasuk tempat tinggal dan tanggal kepulangan) dan Anda akan kembali pulang ke Indonesia. Selain percaya diri, pastikan juga untuk selalu konsisten dengan semua jawaban Anda. Jika terdapat jawaban yang kontradiktif, bisa saja pengajuan visa Anda ditolak.

6. Bangun resume paspor dan visa Anda sebelum mengajukan visa ke negara yang lebih sulit

Selain interview, hal lain yang secara tidak langsung menjadi pertimbangan adalah cap di paspor Anda; jumlah negara yang sudah Anda kunjungi, jumlah visa yang sudah Anda miliki, dan seberapa sering Anda berpergian ke luar negeri. Jika paspor Anda masih bersih, lalu Anda langsung mengajukan visa ke Amerika Serikat yang tergolong lebih sulit dibanding negara lainnya, maka kecil kemungkinan permohonan visa Anda akan diterima. Usahakan Anda membangun dulu resume paspor dan visa Anda sebelum mengajukan visa ke negara yang lebih sulit. Kunjungilah negara-negara yang tidak membutuhkan visa ataupun negara yang proses pengajuan visanya tergolong lebih mudah. Setelah itu, Anda bisa lebih percaya diri ketika mengajukan visa ke negara-negara yang lebih sulit ditembus.

 

sumber : skyscanner