Sebagai daerah baru pengembangan pariwisata, Kabupaten Banyuwangi menjadi daerah yang paling siap dan paling unggul untuk mengenalkan daerahnya sebagai daerah tujuan wisata baru selain Bali. Daerah yang berada di ujung timur pulau Jawa itu selalu melakukan inovasi dan serius menata daerahnya agar jadi tempat yang nyaman bagi wisatawan.

Hal itu yang lantas mendorong Kementerian Pariwisata (Kempar) getol mengenalkan potensi alam, budaya dan kuliner Banyuwangi dalam setiap kesempatan di forum pariwisata internaional selain memperkenalkan 10 Bali Baru yang telah dicanangkan pemerintah.

Selain itu Kempar punya 3 strategi khusus untuk mempercepat destinasi Banyuwangi agar bisa go international. Hal itu diungkapkan Menpar, Dr. Arief Yahya saat melaunching event pariwisata Banyuwangi bertajuk Majestic Banyuwangi 2019 di ruang Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata Indonesia di Jakarta, Selasa (29/1).

“Strategi pertama adalah memperkuat atraksi budaya karena Banyuwangi memiliki atraksi budaya berkelas dunia antara lain Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, International Tour de Banyuwangi Ijen. Kedua menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai bandara internasional, dan bersyukur Bandara Blimbingsari sekarang sudah naik level-nya sebagai Bandar Udara Internasional Banyuwangi (BIB) sejak 19 Desember 2018 lalu dimana kini BIB telah melayani rute langsung keluar negeri,” ungkap Menpar.

Cara ketiga ditambahkan Menpar, dengan mengusulkan dan memasukan Banyuwangi menjadi UNESCO Global Geopark (UGG) dan dengan menjadi UGG promosi Banyuwangi akan prediksi akan lebih cepat mendunia.

“Bila status Banyuwangi sebagai UGG, maka saya yakin Banyuwangi akan dengan mudah menggaet 1 juta wisatawan mancangara ke sini. Saya yakin dengan potensi alam, budaya dan kulinernya akan bisa menarik hati wisatawan datang. Saya sudah bilang sama pak Anas (Bupati Banyuwangi) bahwa untuk bisa mendapatkan status kawasan UGG itu tidak mudah namun saya yakin Banyuwangi bisa,” tambah Menpar.