Hampir setiap kota selalu memiliki tempat tak biasa yang dipercaya dihuni oleh makhluk tak kasat mata, tidak terkecuali dengan Jogja. Jogja yang bertaburan sejuta pesona, juga memiliki berbagai spot horor yang mungkin bisa membuat bulu kuduk berdiri.

Goa Jepang Kaliurang

Goa Jepang merupakan tempat yang digunakan tentara Jepang untuk berlindung dari pihak sekutu. Letak goa jepang yang berada di atas pegunungan menambah kesejukan bagi wisatawan yang ingin mengunjunginya. Letak goa jepang dari pintu masuk kawasan nirmala kita harus berjalan 45 menit perjalanan. Jalan tidak terlalu terjal tetapi berkelok kelok. Dan tetap harus siapkan stamina untuk menaiki sampai ke goa jepang ini.

Konon kabarnya, tempat ini juga digunakan untuk menyiksa para tawanan. Dan menurut cerita yang beredar, semakin malam tempat ini disinyalir semakin mencekam karena banyaknya penampakan.

Pesanggrahan Sarjanawiyata Tamansiswa

Pesanggrahan Sarjanawiyata Taman Siswa adalah sebuah bangunan kuno yang terletak di Kaliurang, tepat berada di objek wisata Kaliurang yang letaknya di lereng Gunung Merapi.

Usai erupsi Merapi tahun 1994, bangunan tua peninggalan Belanda ini tak lagi dipergunakan sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Selain berarsitektur lawas, tembok dan lantai dari rumah ini sudah terlihat sangat kusam serta tak terurus, bahkan ada beberapa bagian tembok rumah yang sudah retak. Selain itu, banyaknya pepohonan dan dedaunan kering yang berguguran seakan menambah kesan mistis dari bangunan tersebut.

Menurut cerita, banyak warga setempat yang sering melihat penampakan hantu noni Belanda yang berdiri di balkon lantai dua. Kabarnya, hantu tersebut adalah perwujudan dari istri pemilik rumah tersebut. Tak hanya itu, beberapa warga juga mengaku sempat mendengar suara teriakan dan tangisan dari dalam rumah tersebut. Namun cerita yang paling fenomenal dari bangunan tersebut adalah penampakan kuntilanak yang sering nangkring di atas pohon depan rumah.

Benteng Vredeburg

Sebelum dikenal sebagai museum, Benteng Vredeburg merupakan salah satu tempat perlindungan di jaman penjajahan. Dalih awal tujuan pembangunan benteng ini adalah untuk menjaga kemananan keraton. Akan tetapi, maksud sebenarnya dari keberadaan benteng ini adalah untuk memudahkan pengawasan pihak Belanda terhadap segala kegiatan yang dilakukan pihak keraton Yogyakarta.

Karena banyaknya korban yang berjatuhan, terselip cerita adanya beberapa penampakan seperti pasukan tentara tanpa kepala hingga noni-noni berkaki kuda.

Alun-Alun Kidul

Alun-alun Kidul Yogyakarta dikenal dengan nama Alkid diyakini sebagai tempat istirahat ( palereman ) bagi para Dewa. Oleh karena itu alun-alun tersebut sekarang ini banyak digunakan orang sebagai tempat ngleremke ati atau menentramkan hati banyak orang. Aktivitas yang dapat dilakukan di Alun-alun Kidul Yogyakarta sangat beragam, akan tetapi aktivitas yang paling populer adalah laku masangin (Latihan konsentrasi dengan berjalan diantara dua pohon beringin (ringin kurung) yang berada di tengah Alkid dengan mata tertutup). Menurut mitos yang dipercaya turun temurun, bagi siapa saja yang berhasil melakukan masangin maka orang tersebut hatinya bersih dan permohonannya akan terkabul. Oiya, di sini jangan pernah buang sampah sembarangan ya!

Kandang Menjangan

Kandang Menjangan ini adalah bangunan yang sudah sangat kuno dengan perkiraan umur yang mencapai 250 tahun. Untuk bangunan Kandang Menjangan ini letaknya ada di sebelah selatan Plengkung Gading. Konon katanya, tempat berdirinya Kandang Menjangan ini merupakan hutan belantara yang disebut dengan hutan Krapyak. Hutan Krapyak ini menurut sejarah adalah tempat berburu kerabat Keraton. Menurut cerita, dulu ada salah seorang kerabat Keraton yang meninggal dan kemudian dibangun Kandang Menjangan ini untuk memperingati kematian beliau. Selain itu bangunan ini juga menjadi tempat perlindungan dari hewan buas atau liar.

Kejadian misteri nyata ini datang dari salah seorang mahasiswa di Yogyakarta yang saat itu sedang pulang dari kampus dan melewati kawasan Kandang Menjangan ini pada tengah malam. Secara tidak sengaja, lampu sepeda motor mahasiswa yang lewat di kandang menyoroti sesuatu yang janggal berupa bayangan putih dari balik pintu. Setelah dilihat dalam jarak dekat, bayangan putih tersebut ternyata adalah sesosok wanita yang gantung diri di Kandang Menjangan. Lebih menakutkan lagi ketika sosok wanita yang dilihat mahasiswa ini nampak mengayun-ngayun kakinya dan kemudian kepalanya bergerak mengikuti gerakan dari mahasiswa yang lewat tersebut.

Pantai Parangkusumo

Masyarakat Yogyakarta sampai saat ini meyakini adanya hubungan spesial antara Keraton Yogyakarta dengan penguasa pantai selatan, Nyi Roro Kidul. Hubungan spesial tersebut dimulai sejak pendiri mataram Panembahan Senopati. Dan di Pantai Parangkusumo lah hubungan spesial itu terjadi.

Ada 2 buah batu yang dipercaya menjadi lokasi pertemuan Ratu Pantai Selatan dan Panembahan Senopati yang diberi nama batu cinta. Kedua batu ini tepatnya berada di dalam area Cepuri yang diyakini sebagai pintu gerbang masuk ke kerajaan Ratu Kidul.

Karena itulah dilarang keras berniat, berbicara hingga berbuat kotor di tempat ini.

Jalan dari Pantai Wonosari ke Jogja

Meski pantai di Gunung Kidul dikenal begitu menawan, usahakan untuk tidak pulang naik motor sendirian ya! Konon katanya, bila naik motor sendirian di saat malam hari di jalan ini, maka akan ada makhluk tak kasat mata yang iseng ikut boncengan pada motor kita.

Pertama, motor tiba-tiba terasa lebih berat dari sebelumnya, padahal tidak ada siapa-siapa dibelakangmu setalah dilihat dari kaca spion, selanjutnya ada bau seperti kemenyan, dan yang terakhir ada seseorang yang berbisik dari arah belakangmu saya numpang sampai Jogja ya.

Bioskop XXI

Dulunya, bioskop ini adalah bangunan dua lantai, dimana dilantai pertama untuk swalayan Hero, dan lantai kedua untuk bioskop Empire 21 yang memiliki 8 studio, sedangkan bangunan disebelahnya juga bioskop yang bernama Regent.

Pada tahun 1999, bangunan ini mengalami kebakaran, walaupun tidak menimbulkan korban jiwa. Kemudian beberapa bulan setelahnya, bioskop Regent yang memiliki empat studio mengalami kebakaran dan memakan korban sebanyak 15 orang. 10 tahun kemudian, barulah didirikan bioskop XXI yang dikenal sekarang.

Ada mitos yang beredar kalau kita menonton midnight show dengan jumlah cuma 4 orang saja, maka kita akan memasuki ruang teater yang seakan-akan penuh, bahkan kursi kita pun ada yang menduduki. Tapi setelah dikonfirmasi ke pihak petugas maka diketahui tidak yang menonton selain kita berempat.

Kenapa angka 4? Katanya karena bioskop Regent yang terbakar habis memiliki 4 studio, dan beredar juga katanya ada 4 jasad dari korban kebakaran tersebut yang sampai saat ini belum ditemukan. Hiii merinding.

Ambarukmo Plaza

Saat mall ini mulai di bangun sudah tercium kejanggalan seperti rumput yang tidak bisa dipotong, pekerja yang kesurupan, mesin alat berat yang mendadak mati, dan baru bisa di hidupkan kembali setelah diberi bunga tujuh rupa dan masih banyak lagi.

Sampai saat ini kejanggalan masih sering terjadi dan dirasakan di tempat ini, seperti penampakan makhluk tak kasat mata di toilet, bahkan beredar mitos yang mengatakan bahwa cleaning service yang mendapat piket terakhir akan ditemani seorang pengunjung, tapi setelah ditunggu, pengunjung tersebut tidak pernah keluar dari dalam toilet.

Pasar Bubrah Gunung Merapi

Ada wilayah di lereng gunung Merapi yang terkenal dengan keangkerannya. Wilayah tersebut adalah wilayah yang disebut sebagai Pasar Bubrah atau yang dikenal warga sebagai tempat Pasar Setan/Jin maupun yang dipercaya tempat dedemit (makhluk astral) bertransaksi di kawasan puncak Merapi.

Mitos lainnya, Pasar Bubrah atau Pasar Setan ini merupakan pusat kerajaan setan atau dedemit penguasa Merapi. Sehingga, bila seorang pendaki berbuat atau berpikiran tidak bersih, maka akan secara tidak sengaja disesatkan atau dibuat bingung para makhluk halus penguasa Merapi.

Lokasi Pasar Bubrah kerap dijadikan tempat bermalam oleh para pendaki. Bahkan tak sedikit pendaki yang mengaku pernah?mendengar suara gaduh layaknya pasar di malam hari, padahal ya tidak ada pasar di tempat ini.

Meski demikian, bagi traveller sejati, cerita menyeramkan tentu bukan menjadi hambatan untuk melanjutkan petualangan. Eh tapi yakin berani ke sini?

Jika?tertarik ke tempat-tempat di atas, jangan ragu untuk menghubungi Travelista !