Mengunjungi suatu daerah belum lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner khas kota tersebut. Di Yogyakarta pun ada beberapa kuliner khas yang lezat dan sayang jika anda lewatkan. Mulai dari kuliner tradisional hingga kuliner semi ekstrim tersaji dikota ini.

Berikut daftar aneka kuliner lezat di Kota Pelajar:

  1. Gudeg

Siapa yang tak kenal Gudeg. Pesona Gudeg bahkan dikenal hingga mancanegara. Siang malam, 24 jam, gudeg senantiasa tersedia di tiap penjuru Yogyakarta. Gudeg telah menjadi bagian denyut nadi kehidupan Yogyakarta.

Sebenarnya gudeg punya berbagai macam varian. Yaitu gudeg basah, gudeg kering dan gudeg manggar.

Gudeg basah biasanya dimakan saat itu juga, mengingat Gudeg basah tidak dapat bertahan lebih dari 1 hari.

Jika Anda ingin membawa oleh-oleh untuk orang terkasih atau untuk keluarga, Gudeg kering adalah pilihan yang tepat. Kerena gudeg kering mampu bertahan hingga 2hari (dengan proses pemanasan). Bahkan, saat ini telah tersedia gudeg kering yang dikemas dalam kaleng , jadi gudeg kering dalam kaleng bisa bertahan jauh lebih lama.

Belum banyak yang tahu bahwa gudeg tidak melulu tentang olahan nangka muda. Pernah tahu ada gudeg dari bunga kelapa?? Gudeg ini lazim disebut sebagai gudeg manggar. Begitu langka yang menjual sehingga gudeg manggar tidaklah sepopuler gudeg nangka muda.? Namun, bukankah yang langka itu selalu menggelitik rasa?

 

  1. Krecek

Sambal krecek merupakan makanan khas Yogyakarta yang disukai banyak orang. Sambal krecek mempunyai citarasa yang pedas gurih. Tak heran, sambal krecek sangatlah cocok jika disandingkan dengan gudeg yang bercitarasa manis.

Perpaduan rasa yang pas untuk disantap di kota Jogja.

 

  1. Bakpia

Bakpia adalah oleh-oleh khas Yogyakarta yang terbuat dari campuran kacang hijau dan gula yang dibalut dengan kulit, dan terbuat dari tepung yang melalui proses pemanggangan agar renyah dan lembut.

Tekstur kue yang renyah diluar dan lembut di dalam ini akan memanjakan indra perasa Anda. Saat ini telah banyak varian dari bakpia yang bisa Anda nikmati. Seperti rasa Coklat, keju, durian, kumbu, susu, greentea, strawberry, bahkan ada bakpia yang berisi red velvet.

 

 

  1. Yangko

Yangko adalah makanan khas kota Yogyakarta yang terbuat dari tepung ketan. Yangko memiliki bentuk yang khas dan belum berubah sejak pertama kali dibuat yaitu kotak dengan baluran tepung ketan, kenyal, dan rasanya manis.

Pada rasa aslinya, Yangko berisi campuran cincangan kacang , seperti kue moci asal Jepang. Hanya bedanya, moci lebih lembek dan lebih kenyal dibandingkan yangko. Selain rasa aslinya, kini yangko juga memiliki rasa buah-buahan, seperti strawberry, durian, dan melon. Yangko banyak ditemui di daerah Kotagede, Yogyakarta.

  1. Oseng-Oseng mercon

Mendengar namanya saja bisa dipastikan bahwa sajian yang satu ini pasti bercitarasa membakar yaitu pedas. Ya, oseng-oseng mercon yang terdiri dari tetelan daging sapi yang di tumis menggunakan campuran cabai dengan perbandingan yang fantastis membuat kita penasaran dan ingin mencoba. Bisa dikatakan, oseng-oseng mercon ini adalah kuliner spesial bagi pecinta pedas.

  1. Cilok Gajahan

Cilok sejatinya dalah kuliner khas Jawa Barat. Namun di jogja pun tak kalah peminat. ?Salah satu cilok terkenal di Jogja adalah Cilok Gajahan yang terletak di alun-alun selatan.

Setiap sore dapat kita lihat pemandangan orang-orang yang rela antri untuk mendapatkan Cilok Gajahan yang gurih kenyal ini. Citarasa saus unik yang pedas membuat kita tak bisa berhenti menikmati cilok gajahan ini. Harga yang cukup terjangkau, hanya 5rb rupiah untuk seporsi cilok membuat cilok lezat ini diminati oleh semua kalangan.

  1. Cenil

Menurut filosofinya, cenil bersifat lengket dan sulit untuk dipisahkan. Hal ini merupakan bukti bahwa orang jawa memiliki sifat persaudaraan yang sangat erat dan sulit untuk memecah belah tali persaudaraan mereka. ?Memakan cenil sendiri harus menggunakan?pincuk?atau merupakan singkatan dari Pinten ? Pinen Cukup (bersyukur).

Jaman dahulu cenil merupakan makanan alternatif, karena saat itu terjadi kelangkaan bahan baku beras sehingga masyarakat berfikir untuk mengolah sagu menjadi sebuah makanan, saat itu masyarakat behasil membuat sebuah makanan yang di sebut dengan cenil yang artinya menurut masyakat adalah centil karena makanan itu berwarna-warni sehingga menggoda para peminat makanan ini.

  1. Geplak

Kue Geplak merupakan salah satu jajanan tradisional jogja yang bisa anda cicipi. Jajanan ini terbuat dari adonan kelapa parut, tepung, dan gula yang kemudian diolah menjadi makanan yang manis dan enak untuk disantap. Geplak berbentuk bulatan kecil berwarna-warni yang bisa anda bawa sebagai buah tangan untuk keluarga tercinta.

  1. Coklat Monggo

Spot oleh-oleh di Jogja kini bertambah dengan hadirnya Coklat Monggo. Coklat yang unik ini dapat Anda Jumpai di store mereka di daerah Tirtodipuran. Bahkan jika anda ingin melihat pabrik coklat Monggo, anda bisa berkunjung ke Showroom & Factory Coklat Monggo yang terletak di Kotagede dan Bantul.

Coklat Monggo sendiri merupakan Coklat unik. Coklat bercitarasa belgia dengan sentuhan tradisional membuat kita penasaran akan setiap gigitan coklat nya. Tersedia dark coklat , coklat rasa nutmeg, kenari, rendang, pedas, jeruk, peppermint, jahe, dan lain sebagainya.

  1. Bakmi Jawa

Bakmi Jawa merupakan salah satu makanan khas khususnya di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Bakmi Jawa atau Mi Jawa dahulu dikenal dengan istilah bakmi rebus atau dalam bahasa jawa disebut dengan Bakmi godhog yang dimasak dengan bumbu dan rempah yang khas masakan Jawa.

Keistimewaan Bakmi Jawa lainnya adalah pada cara pengolahannya. Bakmi jawa dimasak masih menggunakan cara tradisional yaitu masih menggunakan tungku tanah liat (anglo) dan api dari arang. Setiap pembeli bakmi jawa meskipun memesan dengan jumlah porsi yang banyak, namun penjual biasanya membuatnya tetap satu persatu porsi menggunakan wajan yang kecil dan tidak diolah secara berbarengan. Hal tersebut akan menjaga rasa bakmi jawa sehingga tetap khas di lidah. Keistimewaan lainnya bakmi ini adalah pada suwiran daging ayam kampung dan telur bebek sebagai bahan membuatnya. Rasa yang akan diperoleh dari bahan-bahan tersebut akan membuat rasa bakmi Jawa menjadi khas.

  1. Gatot Gunungkidul

Gatot merupakan produk ala wong cilik yang dapat dengan mudah kita jumpai di seantero Jogja. Namun sejatinya gatot ini berasal dari gunungkidul yang terbuat dari sisa bahan tiwul yang tidak terproses dengan baik. Maka, oleh masyarakat sekitar dibuat lah makanan dengan nama gatot.

Gatot terbuat dari ketela. Hidangan ini mengenyangkan dan dipercaya mengatasi masalah pencernaan.

  1. Belalang Goreng

Belalang goreng merupakan makanan khas gunungkidul yang wajib anda coba. Sebagian orang merasa geli mencoba makanan yang satu ini, bahkan beberapa orang menganggap makan ini merupakan hidangan ekstrim. Belalang goreng diolah menjadi makanan lezat yang sarat gizi. Bahkan belalang kayu mempunyai kandungan protein yang tinggi yang baik untuk pertumbuhan.

  1. Tiwul

Makanan pokok pengganti nasi beras yang dibuat dari ketela pohon atau singkong. Penduduk?Pegunungan Kidul (Pacitan, Wonogiri, Gunung Kidul) dikenal mengonsumsi jenis makanan ini sehari-hari. Tiwul dibuat dari gaplek. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras. Tiwul dipercaya mencegah penyakit maag, perut keroncongan, dan lain sebagainya. Tiwul pernah digunakan untuk makanan pokok sebagian penduduk Indonesia pada masa penjajahan Jepang.

  1. Sego abang Jirak

Berlokasi agak jauh dari puat kota Jogja,tepatya di daerah semanu Gunungkidul.. anda bisa mencicipi kuliner yang lezat nan istimewa.. sego abang jirak. Walaupun dikenal luas dengan sebutan sego abang jirak, sejatinya nama restoran yang menajajakan sego abang ini bernama Lesehan Pari Gogo.

Beras merah yang digunakan untuk membuat Sego Abang dipilih dengan selektif. Mulai dari cara pemetikan padi, pengolahan menjadi beras, hingga penyajian di atas meja. Pemanenan padi sengaja dilakukan helai per helai dengan pemotongan batang padi menggunakan ani-ani.

Padi yang ditumbuk jumlahnya disesuaikan dengan banyaknya beras merah yang akan dimasak. Memasak beras merah pun harus menggunakan tungku tanah liat dengan memakai kayu bakar. Beras harus diaru sebelum kemudian ditanak menggunakan kukusan dari anyaman bambu (soblok). Cara memasak tersebut membuat rasa nasi lebih gurih dan lunak, tetapi tidak lembek.

  1. Sayur Lombok Ijo

Sayur lombok ijo adalah teman yang pas untuk menyantap sego abang jirak. Keistimewaannya terletak pada rasa yang disajikan..yaitu gurih bercampur pedas.

Sayur ini kaya dengan kuah santan dan diracik dari potongan cabai hijau yang dipadukan dengan tempe kedelai. Tumisan tempe yang digunakan sebagai pelengkap sayur pun bukan tempe sembarangan. Tempe tersebut harus dibuat dengan cara tradisional dan dibungkus daun pisang atau daun jati.

  1. Bakmi Pentil

Mie pentil merupakan mie yang terbuat dari tepung tapioka. Dari bahannya saja pasti Anda sudah dapat menerka teksturnya bukan? Betul sekali, kenyal! Mungkin karena tekstur uniknya yang kenyil-kenyil inilah mie yang satu ini dinamakan mie pentil.

Mie ini adalah salah satu ikon kuliner di Bantul yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Jika anda ingin menyaksikan langsung bagaimana cara membuat ikon kuliner populer yang satu ini, datang saja ke kawasan Pundong, sebuah kecamatan yang berada tak jauh dari Pantai Parangtritis. Seperti kebanyakan jenis mie yang lainnya, mie pentil dapat dimasak dengan cara digoreng ataupun digodhog atau direbus.

Soal rasa, tentu saja dapat disesuaikan dengan selera Anda, mau gurih atau pedas. Jika Anda berkunjung ke Pasar Niten, Anda akan menemukan mie pentil goreng dengan rasa yang cenderung gurih.

  1. Peyek Tumpuk

Peyek ini yang paling terkenal dan dicari konsumen adalah Peyek Mbok Tumpuk. Peyek Mbok Tumpuk ini berbeda dengan yang lain, bentuk dan isinya lebih tebal, seukuran telapak tangan orang dewasa.

Sentra pembuatan peyek tumpuk ini ada di Desa Palbapang, Bantul.

 

  1. Mie des

Mie Des yang kepanjangannya adalah Bakmie Pedes, yang menjadi salah satu kuliner khas Jogja, berasal dari salah satu daerah di Pundong, Bantul. Di daerah Pundong inilah Mie unik yang bahan bakunya berasal dari pati ketela ini tercipta dan menjadi salah satu ciri khas kuliner malam di Jogja bagian selatan.

Bentuk mie des ini lebih besar dari mie pada umumnya dan sekilas mirip kwetiaw. Soal rasa, mie ini lebih kenyal dan padat sehingga makan mie des sungguh mengenyangkan.

  1. Kue Adrem

Inilah salah satu makanan ringan tradisional asli Yogyakarta yang keberadaanya mulai punah seiring perkembangan zaman. Makanan tradisional ini adalah Adrem atau sering disebut juga dengan istilah Tolpit. Tolpit dikenal sebagai camilan khas Bantul. Camilan unik ini terdapat di beberapa pasar di Bantul seperti Pasar Bantul, Pasar Pundong, Pasar Koragede, Pasar Siluk dan masih banyak lagi. Bahan utama pembuatan Kue Adrem adalah tepung beras, kelapa parut, dan gula merah.

Bentuk unik Kue Adrem atau Tolpit diperoleh pada saat proses penggorengan, yaitu dengan cara dijepit dengan bilah bambu. Tolpit banyak diproduksi di daerah Sanden dan dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional di Bantul. Makanan ini rasanya manis dan gurih, paling enak dimakan selagi hangat.

  1. Sate klathak

Liburan di Yogyakarta belum pas rasanya kalau tidak mencicipi sate klatak. Menu sate klatak merupakan kuliner khas Yogyakarta.

Menu sate klatak ini banyak dijumpai di kawasan Pleret, Bantul. Menu sate kambing yang dikenal selama ini menggunakan bumbu kecap atau sering disebut sate bumbu. Sedangkan sate klatak, bumbu yang digunakan cukup garam dan sedikit merica. Sate klatak saat dibakar tidak menggunakan tusuk sate/sujen bambu, namun dengan jeruji sepeda. Hal ini dilakukan agar saat daging kambing yang dibakar bagian dalam bisa matang keseluruhan.

Saat disajikan, tusuk sate klatak dari jeruji besi itu tetap dibiarkan. Berbeda kalau memilih sate bumbu, tusuk sate dari jeruji itu dilepas kemudian ditambah bumbu kecap, irisan bawang merah dan cabe.

Cara menikmati, saat memakan sate klatak, cukup ditambah dengan kuah gulai plus nasi putih. Meski cara penyajian atau membakarnya cukup sederhana, namun banyak wisatawan yang ingin menikmati kuliner sate yang tidak ada ditemui di lain daerah.

 

Sumber: eksotisjogja.com (dengan berbagai perubahan)