Jika Anda perhatikan dengan detil, terdapat 1 huruf alfabet pada tiket pesawat yang Anda miliki. Huruf tersebut menyatakan/mewakili kelas terbang (First/Business/Economy Class) dan kelas tiket (umumnya disebut dengan sub-kelas) yang Anda beli. Selain untuk menandakan perbedaan pada letak kabin dan fasilitas yang Anda dapatkan pada kelas terbang, huruf tersebut juga berfungsi menandakan harga dan fasilitas tambahan yang Anda beli sewaktu melakukan pemesanan, termasuk juga perhitungan yang akan dilakukan maskapai jika Anda hendak reschedule/refund tiket.

Perbedaan Sub-kelas

Sampai saat ini, tidak ada kesepakatan/peraturan tentang penamaan sub-kelas tiket. Masing-masing maskapai memiliki sistem/cara sendiri untuk memberikan nama kelas sehingga sub-kelas T pada maskapai A bisa jadi adalah sub-kelas R pada maskapai B. Namun demikian, secara global umumnya simbol/kode sub-kelas tiket memiliki arti sebagai berikut.

  • F dan P adalah tiket dengan harga termahal (full fare) untuk First Class;
  • J dan C adalah tiket dengan harga termahal (full fare) untuk kelas Business dan Executive;
  • Y hampir pasti merupakan kode untuk kelas Ekonomi di maskapai mana pun;
  • B, H, L, M, dan V adalah kode sub-kelas yang membedakan fasilitas atau pembatasan tertentu pada tiket yang Anda beli; dan
  • X, U, dan R sering digunakan untuk menandai tiket yang dibeli dari konsolidator. Konsolidator adalah perusahaan yang membeli tiket langsung dari maskapai penerbangan dengan harga diskon khusus, kemudian menjualnya kembali kepada agen perjalanan atau pelanggan dengan harga yang jauh lebih rendah daripada harga yang dipublikasikan.

Benefit Sub-kelas

Dengan mengetahui sub-kelas tiket yang Anda beli, Anda dapat mengetahui pembatasan yang berlaku pada tiket Anda. Pembatasan ini dapat berupa jumlah/berat jatah bagasi check-in, biaya yang dikenakan untuk reschedule/refund, jenis makanan yang diberikan untuk Anda, masa berlaku tiket, dan lain-lain. Jika Anda dan partner membeli tiket dengan tujuan yang sama tetapi dengan sub-kelas tiket yang berbeda, maka saat Anda ingin reschedule, biaya yang dikenakan bisa berbeda, bahkan sangat mungkin satu sub-kelas tiket tertentu tidak bisa di-reschedule.

Jika Anda memiliki jadwal yang tidak fix, dapat berubah karena merupakan perjalanan bisnis, maka sangat disarankan Anda membeli tiket pada sub-kelas tertinggi. Dengan membeli tiket pada sub-kelas tertinggi, Anda mendapatkan fleksibilitas penuh saat akan mengubah jadwal, meskipun mendadak, dengan biaya yang relatif kecil. Lalu bagaimana cara untuk mengetahui sub-kelas sebelum tiket dibeli/dibayar? Saat ini maskapai menggunakan sistem yang lebih sederhana bagi pelanggan, yaitu dengan memisahkannya berdasarkan nama semacam Eco-Special Promo, Affordable, Flexible pada Garuda Indonesia atau se-simple Promo, Economy, dan Business pada Lion Air.

Itulah informasi tentang perbedaan sub-kelas tiket dan konsekuensinya pada perjalanan Anda. Pastikan Anda membeli tiket sesuai dengan kebutuhan perjalanan Andam terutama jika ada kemungkinan akan reschedule karena sesuatu hal. Sudah tidak sabar ingin liburan? Segera hubungi Travelista untuk mencari tiket pesawat, hotel, dan sewa mobil ke destinasi impian Anda!

sumber : skyscanner