Apakah ini pertama kalinya Anda melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat? Membayangkan melakukan perjalanan dengan kendaraan yang melayang di udara, memberikan kesan tersendiri bagi Anda, terutama bagi yang belum pernah melakukan perjalanan jalur udara. Sangat berbeda dengan kendaraan yang biasa Anda tumpangi di darat, perjalanan udara sedikit lebih kompleks dalam mengurus prosesnya mulai dari membeli tiket pesawat hingga duduk di kursi penumpang Anda. Jenis tiket pesawat ada dua, yaitu tiket kertas yang dicetak dan tiket elektronik. Kebanyakan penumpang sekarang lebih menggunakan tiket elektronik daripada tiket kertas, karena alasan kemudahan dan kenyamanan. Setelah itu, tiket pesawat perlu ditukar dengan boarding pass, dan lain sebagainya.
Cara membaca tiket pesawat

Terlepas dari pilihan tiket yang akan dipilih oleh Anda, semua tiket pesawat baik tiket cetak maupun tiket elektronik mengandung informasi yang sama tentang keberangkatan Anda menuju destinasi atau tujuan Anda. Jadi, Anda harus memahami baik-baik apa yang tertera dalam tiket pesawat Anda. Jangan sampai anda ketinggalan pesawat karena Anda tidak dapat membaca tiket pesawat. Selain itu, perhatikan nomor kursi dan hal-hal detil lainnya. Baiklah, yuk mulai dari yang pertama!

1. Kode Booking (booking code)

Yang pertama adalah kode booking atau booking code. Kode booking ini juga biasa disebut sebagai kode konfirmasi atau confirmation code. Kode ini merupakan kode reservasi atau pemesanan Anda. Biasanya, kode ini terdiri dari kombinasi huruf dan angka. Misalnya, SY87GK. Kode booking ini penting karena merupakan bukti bahwa Anda telah melakukan reservasi. Seperti yang telah Anda lakukan ketika Anda memesan tiket kereta, akan tertera kode booking untuk mencetak tiket kereta Anda.
2. Waktu dan tempat penerbitan tiket

Kemudian ada waktu dan tempat penerbitan tiket. Di setiap tiket sudah pasti terdapat waktu dan tempat penerbitannya, baik itu tiket pesawat, tiket kereta api dan sebagainya. Hal ini bertujuan memenuhi kepentingan administrasi perusahaan atau maskapai penerbangan. Selain itu, waktu dan tempat penerbitan juga berguna untuk menentukan perhitungan terhadap tarif yang ditetapkan. Makanya kita selalu menemukan tarif yang berbeda-beda tiap penerbangan yang sebenarnya sama namun hanya berbeda waktu (tanggal, hari, jam) saja. Ada beberapa pertimbangan, seperti hari-hari besar nasional, maskapai dapat menentukan harga tergantung dari permintaan konsumen. Jika permintaan besar, maka besar kemungkinan harga tiket pesawat akan dinaikkan dan sebaliknya jika permintaan turun, maka harga tiket pesawat akan diturunkan.
3. Nama penumpang

Lalu ada nama penumpang. Di setiap tiket, nama penumpang pasti tercantum untuk menunjukkan identitas diri penumpang kendaraan tersebut. Di dalam pesawat pun serupa, tercantum nama penumpang di tiket pesawat. Nah, nama penumpang tersebut haruslah sama dengan nama yang tercantum di kartu identitas penumpang tersebut, seperti KTP, SIM, Paspor dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan demi keamanan penumpang tersebut sendiri. Jika nama penumpang tidak sesuai dengan kartu identitas maka bisa jadi tiket pesawat akan jatuh ke tangan yang salah. Nama penumpang yang tidak sesuai dengan kartu identitas dapat menghambat proses check in di bandara. Bahkan, tidak jarang penumpang harus rela membeli tiket pesawat yang baru. Maka dari itu, Anda juga harus teliti saat mengisi data untuk membeli tiket pesawat, ya. Menulis data diri untuk formulir pemesanan tiket pesawat tidak boleh sembarangan, harus sesuai dengan kartu identitas.
4. Nomor penerbangan (flight number)

Berikutnya, ada nomor penerbangan atau flight number. Nomor penerbangan ini untuk menunjukkan dari kota mana ke kota mana penerbangan akan dilakukan pesawat. Nomor penerbangan terdiri dari 2 huruf kode maskapai diikuti dengan 2-4 digit angka, sesuai dengan penerbangan yang akan dilakukan dari satu kota ke kota lainnya. Contohnya, nomor penerbangan GA401, yang merupakan nomor penerbangan pesawat Garuda Indonesia dari Denpasar ke Jakarta, nomor penerbangan SQ942, yang merupakan nomor penerbangan pesawat Singapore Airlines dari Singapore ke Denpasar, dan sebagainya. Setiap nomor penerbangan memiliki rute penerbangannya sendiri. Hal ini guna memudahkan bagian administrasi maskapai penerbangan dalam mendata pesawat-pesawat mana saja yang telah melakukan lepas landas atau yang akan melakukan pendaratan.
5. Tujuan penerbangan

Selanjutnya, ada tujuan penerbangan. Nah, tujuan penerbangan menginformasikan Anda mengenai destinasi dari penerbangan yang Anda akan lakukan. Dalam tujuan penerbangan ini juga disertakan apakah perjalanan Anda sifatnya pulang pergi atau hanya pergi/pulang atau satu arah. Tujuan penerbangan ada yang ditulis langsung dan ada yang ditulis dengan menggunakan kode, misalnya CGK dari Jakarta, KUL dari Kuala Lumpur, BPN dari Balikpapan dan sebagainya.
6. Tanggal dan jam keberangkatan

Ada tanggal dan jam keberangkatan. Tanggal keberangkatan adalah tanggal dimana Anda akan melakukan penerbangan, dan jam keberangkatan menunjukkan kapan pesawat yang akan Anda tumpangi berangkat atau take off dan kapan pesawat mendarat atau landing. Jam keberangkatan menggunakan standar waktu lokal di Indonesia, yaitu WIB untuk yang berada di daerah Indonesia bagian barat, WITA untuk yang berada di daerah Indonesia bagian tengah dan WIT untuk yang berada di daerah Indonesia bagian timur.
7. Harga tiket

Kita lanjut ke harga tiket. Harga tiket ini merupakan sebuah akumulasi dari beberapa komponen, yaitu

Pajak, biasanya ditambah 10% dari harga asli tiket. Karena merupakan sumber pendapatan negara, maka tiket pesawat juga dikenakan pajak.
Asuransi. Seperti yang Anda kenal asuransi berguna jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jika ada sesuatu yang terjadi, maka untuk menanganinya digunakanlah asuransi.
Airport tax, yaitu pajak masuk ke bandaranya. Nah, uniknya hanya di Indonesia Anda harus membayar tiket untuk masuk ke bandara, padahal seharusnya airport tax dibebankan kepada maskapai penerbangan. Namun karena adanya alasan lain, penumpang diwajibkan membayar airport tax.
Sisanya, harga asli penerbangan dari satu kota ke kota lain.

8. Jenis pembayaran

Oke, kemudian ada jenis pembayaran. Nah, jenis pembayaran menjelaskan cara Anda membayar tagihan tiket pesawat yang telah Anda beli. Ada yang cash atau tunai dan ada yang dengan kartu kredit. Biasanya, Anda membayar tagihan dengan kartu kredit jika Anda membelinya secara online. Nanti akan tertera nomor kartu kredit Anda di bagian jenis pembayaran.
9. Restriksi (batas penggunaan tiket)

Selanjutnya ada restriksi atau batas penggunaan tiket. Pada batas penggunaan tiket ini umumnya ditulis hal-hal singkat pada bagian endorsment, misalnya non endorsable, non routable yang artinya dapat berubah rute, dan sebagainya.

10. Nomor tiket

Nomor tiket ini ditandai dengan adanya 14 digit angka yang merupakan serial number yang dikeluarkan oleh maskapai penerbangan. Nah, 3 angka pertama dalam 14 digit itu merupakan kode maskapai penerbangan. Misalnya, Merpati dengan kode 621, Garuda dengan kode 126 dan lain sebagainya. Pada tiket kertas ada 14 digit angka yang dicetak, namun hanya 13 digit angka yang ditampilkan pada tiket elektronik.
11. Masa berlaku tiket

Yang terakhir, masa berlaku tiket. Masa berlaku tiket menunjukkan kapan tiket tersebut masih dapat digunakan. Biasanya ditunjukkan dengan tulisan not valid after atau tidak berlaku setelah (titik titik). Jika sudah melewati masa berlaku, maka sederhana, tiket tidak dapat digunakan lagi.