Jogja memang istimewa. Salah satu hal yang sayang dilewatkan tentunya berburu kuliner lezat khasnya. Berikut ini alternatif wisata kuliner sehari di Jogja ada di sini. Yuk segera dicoba!

Sarapan Sop Pak Sugeng

Warung sop buntut yang buka sejak 2010 ini sangat ramai. Berada di sebuah tikungan, tepatnya di Jalan HOS Cokroaminoto No 185, warung ini nampaknya memang jadi favorit, terlebih saat jam-jam makan siang. Selain sop buntut, tempat ini juga menyediakan beragam jenis sop lainnya yaitu sop ayam kampung, sop ayam potong, sop kikil dan sop daging sapi. Untuk minuman, Anda dapat memesan es teh, es jeruk, es teler, rujak atau lotis.

Beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto No 187, Tegal Rejo, Jogja, Anda Tak perlu bingung untuk mencapai Warung Sop Buntut Pak Sugeng karena lokasinya terletak di pinggir jalan , tepatnya di depan Hotel Istana sekitar Ruko Cokro Square.

?Berburu Kipo Khas Kotagede

Di jamannya, kipo merupakan camilan para bangsawan. Nama kipo diyakini berasal dari kata iki opo. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kata iki opo ini berarti sebuah pertanyaan ini apa? Kipo adalah makanan ringan mungil, seukuran satu buku jari berwarna hijau yang sangat lezat. Si mungil hijau ini terbuat dari ketan dengan isian campuran parutan kelapa dan gula merah. Isian kipo ini dikenal dengan sebutan enten-enten. Bumbunya pun sangat sederhana, hanya santan dan garam saja. Anda dapat menemukan kuliner yang satu ini di Pasar Legi, Kotagede. Meski merupakan salah satu pasar tradisional, pasar yang terletak di Jalan Mondorakan No 172 B Yogyakarta ini terbilang bersih lengkap dengan beragam fasilitas menarik seperti seperti lahan parkir yang memadai, toilet, radio pasar hingga mushola.

Makan Siang di Sate Klatak Pak Pong

Salah satu kuliner legendaris yang tidak boleh dilewatkan kalau mampir ke Jogja adalah Sate Klathak. Sekarang ini, sudah banyak pedagang menjual Sate Klathak, tetapi salah satu warung sate klathak yang paling terkenal adalah Sate Klathak Pak Pong. Warung ini berlokasi di Jl Stadion Sultan Agung, kalau dari Jalan Imogiri Timur, terus saja sampai kilometer 7, lalu setelah sampai di perempatan Pasar Jejeran, ambil ke arah barat, kira kira jalan sekitar 500m dari perempatan tadi, warung ini terletak di sebelah kanan jalan. Kita langsung bisa melihat orang membakar sate di pinggir jalan, kepulan asap harum menyebar kemana-mana.

Sate Klathak terbuat dari daging kambing muda dipotong lalu ditusuk dengan ruji sepeda motor. Penggunaan ruji ini dipercaya bisa mengantarkan panas lebih baik, sehingga daging bisa matang secara merata, luar dan dalam. Bumbu yang digunakan dalam membakarnya juga sangat sederhana, hanya garam dan merica. Kesederhanaan ini membuat rasa dagingnya muncul, sehingga rasa gurih alami sangat terasa, ditambah dengan keempukan daging kambing muda. Sempurna !

Warung Sate Pak Pong tidak hanya menjual Sate Klathak, menu lain juga banyak tersedia, seperti tengkleng, tongseng, nasi goreng yang tentunya semua terbuat dari daging kambing. Jangan lupa pula untuk menanyakan kepada penjual berapa lama Anda harus mengantri, karena tak jarang Anda harus rela mengantri lama jika suasana pengunjung sedang membludak.

 

Mie Lethek Mbah Mo, Bantul

Nama Mbah Mo memang telah menjadi salah satu ikon kuliner bakmi Jawa di Jogja. Hasrat untuk makan di warung makan Mbah Mo memang harus disertai dengan niat yang kuat. Selain masalah letak, banyaknya penggemar membuat antrian yang terjadi kadang sulit dipercaya. Antrian yang panjang memang bukan hal yang aneh. Karena di warung Mbah Mo ini, pesanan yang masuk dimasak satu per satu, di atas tungku arang. Saran saya, datanglah pada sore hari saat baru saja dibuka, sekitar jam 5, atau justru datang setelah jam makan malam, saat pengunjung mulai menurun. Tapi resikonya, bisa-bisa Anda sudah kehabisan.

Bakmi Jawa Mbah Mo tekstur bakminya kecil dan kenyal. Namun yang istimewa adalah rasa gurihnya. Campuran telur bebek dan kaldu dari ayam kampung memang memberikan sentuhan citarasa tersendiri. Belum lagi pilihan daging, balungan, atau rempela yang bisa jadi ‘lauk’-nya. Yang terakumulasi dalam kata ‘huenaaak!’.

Alamat

Desa Code, Trirenggo, Bantul, sekitar 3 km dari pusat kabupaten Bantul. Jika dari arah Jogja, Anda dapat mengakses kedai kenamaan ini melalui? Jalan parangtritis. Setelah menemukan perempatan Manding, ambil arah barat atau kanan. Setelah menemukan jalan lingkar luar Bantul, ambil arah utara. Setelah sampai di desa Code, ada papan penunjuk jalana menuju Bakmi Mbah Mo.